"Antara Kemarin, Hari ini dan EsoK"

“Segenggam Tabah” | Juni 3, 2009

Berkali arus dugaan tiba
Menanggung sebab air mata

Namun tak pernah setitis gugur berderai di pipi
Tidak ditempa hidup sengsara
Suratan nasib yang melanda
Mengungkap badai bergelora

Di redam bersendirian..
Bagaikan camar bulan senja
Patah sayapnya tetap terbang jua

Sekadar secicip rezeki
Buat yang sedang rindu menanti

“Segenggam Tabah” dipertahankan
Buat bekalan diperjalanan

Kau beban luka yang berdarah
Kau balut hati yang cala

Telah tertulis suratan nasibmu
Derita buatmu ada hikmahnya

Terlukis senyum di bibir lesu
Entah siapa tahu hatimu

Biarpun keruh air di hulu
Mungkinkah jernih di muara

Biarpun jenuh hidup di peluh
Pasti bertemu tenangnya


4 Komentar »

  1. hmm…
    indah nian lirik ini,
    mengajari arti sabar,
    mengajari kita semangat,
    pun pula mengajari kita untuk
    terus yakin pada NYA..

    Komentar oleh mba Vitha — Juni 10, 2009 @ 4:15 am

  2. @ Mba Vitha…
    iya mbak..
    sungguh indah..apalagi setelah diresapi..
    jadi semakin suka sama liriknya dan gak bosan…

    Komentar oleh arys18 — Juni 10, 2009 @ 3:06 pm

  3. bagus tenan mbak… saya izin pusblish di blog saya ya

    Komentar oleh anty — Juni 15, 2009 @ 4:39 am

  4. @Mba Anty..
    Mbak yg punya blog ini ikhwan loh..bukan akhway..
    yupz tafadhol kalo mw di kopi..

    Komentar oleh arys18 — Juni 18, 2009 @ 9:44 am


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.