Berkali arus dugaan tiba
Menanggung sebab air mata
Namun tak pernah setitis gugur berderai di pipi
Tidak ditempa hidup sengsara
Suratan nasib yang melanda
Mengungkap badai bergelora
Di redam bersendirian..
Bagaikan camar bulan senja
Patah sayapnya tetap terbang jua
Sekadar secicip rezeki
Buat yang sedang rindu menanti
“Segenggam Tabah” dipertahankan
Buat bekalan diperjalanan
Kau beban luka yang berdarah
Kau balut hati yang cala
Telah tertulis suratan nasibmu
Derita buatmu ada hikmahnya
Terlukis senyum di bibir lesu
Entah siapa tahu hatimu
Biarpun keruh air di hulu
Mungkinkah jernih di muara
Biarpun jenuh hidup di peluh
Pasti bertemu tenangnya
hmm…
indah nian lirik ini,
mengajari arti sabar,
mengajari kita semangat,
pun pula mengajari kita untuk
terus yakin pada NYA..
Komentar oleh mba Vitha — Juni 10, 2009 @ 4:15 am
@ Mba Vitha…
iya mbak..
sungguh indah..apalagi setelah diresapi..
jadi semakin suka sama liriknya dan gak bosan…
Komentar oleh arys18 — Juni 10, 2009 @ 3:06 pm
bagus tenan mbak… saya izin pusblish di blog saya ya
Komentar oleh anty — Juni 15, 2009 @ 4:39 am
@Mba Anty..
Mbak yg punya blog ini ikhwan loh..bukan akhway..
yupz tafadhol kalo mw di kopi..
Komentar oleh arys18 — Juni 18, 2009 @ 9:44 am