Berkali arus dugaan tiba
Menanggung sebab air mata
Namun tak pernah setitis gugur berderai di pipi
Tidak ditempa hidup sengsara
Suratan nasib yang melanda
Mengungkap badai bergelora
Di redam bersendirian..
Bagaikan camar bulan senja
Patah sayapnya tetap terbang jua
Sekadar secicip rezeki
Buat yang sedang rindu menanti
“Segenggam Tabah” dipertahankan
Buat bekalan diperjalanan
Kau beban luka yang berdarah
Kau balut hati yang cala
Telah tertulis suratan nasibmu
Derita buatmu ada hikmahnya
Terlukis senyum di bibir lesu
Entah siapa tahu hatimu
Biarpun keruh air di hulu
Mungkinkah jernih di muara
Biarpun jenuh hidup di peluh
Pasti bertemu tenangnya